Sulawesi Utara

BUKANBIKIN – Provinsi Sulawesi Utara terletak di ujung utara Pulau Sulawesi dengan Ibu kota terletak di kota Manado. Provinsi ini di sebelah selatan berbatasan dengan provinsi Gorontalo yang merupakan hasil pemekaran wilayah dari provinsi Sulawesi Utara. Sementara kepulauan Sangihe dan Talaud merupakan bagian utara dari provinsi ini merupakan berbatasan dengan Davao del Sur di negara Filipina.

Taman Laut Bunaken

Taman Laut Bunaken

Ini dia tempat wisata di Manado yang membuat kota ini dikenal dunia. Pada tahun 2005, UNESCO menetapkan taman laut ini sebagai salah satu situs warisan dunia. Hal ini tak mengherankan karena biota laut yang ada di sini luar biasa kaya. Anda bisa menemukan beragam bentuk terumbu karang dan ikan dengan warna-warni cantik.

Alam bawah laut di sini menjadi surga tersendiri bagi penggemar kegiatan menyelam, snorkeling dan fotografi air. Dengan 39 titik selam yang ada, tentu Anda akan betah berlama-lama menyelam di sini. Jika tak bisa berenang, Anda tetap bisa menikmati keindahan tempat wisata bawah air ini dengan menggunakan kapal selam yang telah didesain secara khusus. Dinding kapal berupa kaca transparan sehingga Anda bisa melihat pemandangan bawah laut yang luar biasa dengan jelas.

Anda bisa datang untuk menyelam kapan pun di sini, tapi waktu terbaiknya adalah antara bulan Mei – Agustus. Pada rentang waktu ini, airnya lebih jernih sehingga jarak pandang bisa lebih baik. Selain itu, suhu udara juga ideal untuk menyelam.

Tempat wisata ini dapat ditempuh dalam waktu 35 menit dengan menggunakan speed boat dari Pelabuhan Manado.

Pantai Malalayang

Pantai Malalayang

Pantai ini hanya berjarak 4 km dari pusat kota Manado. Tempat wisata ini juga memiliki keindahan alam bawah laut yang tak kalah menarik. Tak perlu khawatir jika lupa membawa alat menyelam Anda, di sini ada tempat penyewaan alat selam.

Ombak di pantai ini relatif tenang sehingga Anda bisa bermain air di atas pasirnya yang hitam. Selain menyelam dan bermain air, kegiatan menarik lainnya adalah menikmati kuliner khas Pantai Malalayang yaitu pisang goreng dengan sambal dabu-dabu. Tempat wisata di Manado ini dikenal memilikipemandangan matahari terbenam yang indah. Tak ada salahnya menikmati pamandangan cantik ini dengan sepiring pisang goreng ditambah sambal khas Manado.

Arung Jeram Sawangan

Arung Jeram Sawangan

Menyelam kurang menantang bagi Anda? Sebaiknya Anda mencoba arung jeram Sawangan. Sungai ini memiliki arus yang cukup deras sehingga bagi pemula, peran pemandu akan sangat dibutuhkan.

Anda akan diajak menaklukan arus dan bebatuan yang ada selama kurang lebih dua jam. Panjang lintasan sungai yang ditempuh adalah 9 km. Perjalanan akan dimulai di Resort River Park, Desa Sawangan. Selama di atas perahu, Anda bisa menikmati pemandangan rimbunnya pepohonan di tepi sungai. Jika beruntung, Anda juga bisa melihat monyet-monyet bergelantungan di atas pohon.

Untuk bisa menikmati olahraga ekstrim ini, Anda perlu mengeluarkan uang 180.000 Rupiah.

Air Terjun Kima Atas

Air Terjun Kima Atas

Masih berhubungan dengan air, kali ini tempat wisata di Manado lainnya yang layak dikunjungi adalah Air Terjun Kima Atas. Sesuai namanya, air terjun ini berada di Kelurahan Kima Atas, atau sekitar 15 km dari pusat kota Manado.

Ada banyak pepohonan di sekitar air terjun yang membuat udara di tempat wisata ini sejuk. Air terjun ini terdiri dari tiga tingkatan dengan aliran yang tidak terlalu deras sehingga aman untuk berenang di kolam penampungan airnya.

Jika tidak ingin bermain air, Anda bisa menggelar tikar dan duduk bersantai sambil menikmati kuliner yang dijajakan di lokasi. Masih di tempat wisata ini, Anda bisa menemukan mesin ATM sehingga tak perlu khawatir jika kehabisan uang tunai.

Danau Tondano

Danau Tondano

Danau Tondano merupakan danau vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung purba. Seperti Danau Toba di Sumatera Utara, tempat wisata ini juga memiliki pulau di tengahnya dan berada di dataran tinggi yaitu 600 meter di atas permukaan laut. Danau yang memiliki luas 4.000 hektar ini diapit oleh Gunung Tampusu, Gunung Kaweng, dan Gunung Masarang.

Di sini, Anda bisa melihat aktifitas nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan keramba. Jika ingin melihatnya lebih dekat, silakan naik perahu motor yang bisa menampung 10 orang untuk berkeliling danau. Naik perahu motor ini, Anda dikenakan biaya 50.000 Rupiah dan harus menunggunya sampai penuh terisi 10 orang penumpang.

Puas berkeliling, Anda bisa menikmati kuliner di sekitar danau. Jangan lupa mencicipi olahan ikan betutu yang merupakan ikan khas di danau ini. Berbagai olahan ikan air tawar bisa Anda nikmati di deretan warung yang ada di sekitar tempat wisata ini.

Taman Wisata Tandurusa

Taman Wisata Tandurusa

Taman wisata Tandurusa berada di Kecamatan Aertembaga atau sekitar dua jam perjalanan dari pusat kota Manado. Di tempat wisata ini, Anda bisa menemukan banyak binatang khas Sulawesi mulai dari babirusa, monyet hitam, tarsius dan berbagai jenis burung.

Yang paling menarik tentu saja tarsius yang sudah menjadi ikon Sulawesi Utara. Tarsius ini bentuknya menyerupai monyet tapi tubuhnya tak lebih dari 15 cm. Tangan dan kakinya berukuran lebih panjang dari tubuhnya. Satu cirinya yang paling mencolok adalah matanya yang bulat besar dan berukuran hampir setengah dari wajahnya.

Bukit Kasih

Bukit Kasih

Tampaknya, semboyan masyarakat yang mengatakan bahwa semua bersaudara bukanlah ucapan belaka. Hal ini dibuktikan dengan adanya Bukit Kasih yang merupakan simbol kerukunan beragama di Manado. Di sini, Anda bisa menemukan rumah ibadah dari lima agama resmi di Indonesia dalam satu tempat.

Bukit Kasih berada di Desa Kanonang atau sekitar 55 km dari pusat kota Manado. Tak jauh dari pintu masuk, Anda akan disambut dengan sebuah monumen setinggi 22 meter yang disebut dengan Tugu Toleransi. Monumen ini berbentuk segi lima yang di setiap sisinya terdapat simbol masing-masing agama dengan kutipan ayat dari kitab sucinya.

Naik ke atas, ada lima rumah ibadah yang masing-masing dihubungkan dengan anak tangga berliku. Untuk dapat berkeliling tempat wisata ini, Anda harus naik-turun ratusan anak tangga, maka sebaiknya Anda memakai alas kaki yang nyaman.

Selain Tugu Toleransi, ada sebuah menara salib berwarna putih dengan tinggi mencapai 53 meter. Menara ini bahkan bisa dilihat dari kawasan boulevard yang ada di pusat kota Manado.

Museum Negeri Sulawesi Utara

Museum Negeri Sulawesi Utara

Cara paling praktis untuk mengenal budaya dari setiap daerah adalah dengan mengunjungi museumnya. Di Museum Negeri Sulawesi Utara, Anda bisa melihat budaya suku Minahasa yang merupakan suku asli provinsi ini.

Tempat wisata yang berada di Jalan WR. Supratman ini memiliki beragam koleksi yang menggambarkan budaya masyarakat setempat. Anda bisa menemukanminiatur rumah adat, pakaian adat, alat menangkap ikan, peralatan rumah tangga, sampai benda peninggalan pahlawan daerah. Total ada sekitar 2.810 buah koleksi yang ada di museum ini.

Untuk bisa masuk ke tempat wisata di Manado ini, Anda hanya dikenakan biaya sebesar 1.000 Rupiah untuk dewasa dan 250 Rupiah untuk anak-anak. Museum buka setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur nasional.

Kawasan Boulevard

Kawasan Boulevard

Kawasan boulevard ini berada di sepanjang Jalan Pierre Tendean. Pada awalnya, kawasan ini hanya menjadi lokasi berjualan para pedagang kaki lima, sampai kemudian pemerintah kota menjadikannya sebagai landmark kota Manado.

Pada sore hari, tempat wisata ini ramai dikunjungi warga untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Jika Anda ingin membuktikan keindahan matahari terbenam di sini, sebaiknya datang sebelum jam 5 sore agar mendapat bangku untuk duduk.

Malam harinya, kawasan ini menjadi pusat kuliner di Manado. Tak hanya makanan khas Manado yang disajikan di sini, namun juga ada banyak kuliner dari daerah lain di nusantara. Sambil menikmati makanan, Anda bisa melihat keindahan Pulau Manado Tua di seberang laut.

Kota Bunga Tomohon

Kota Bunga Tomohon

Bergeser sedikit dari Manado, sekitar 22 km ada kota Tomohon yang disebut sebagai Kota Bunga. Berada di kaki Gunung Lokon, tanah di Tomohon menjadi sangat subur dan ideal untuk budidaya beragam jenis bunga. Di sini, setiap rumah memiliki kebun pribadi dipenuhi bunga warna-warni yang cantik.

Antara bulan Juni – Agustus, biasanya diadakan festival bunga hias. Anda bisa melihat parade bunga dan berbagai pertunjukan seni di sepanjang jalanan kota. Jika belum puas menikmati kota ini dalam satu hari, Anda tak perlu khawatir karena ada banyak penginapan di Tomohon.

Cari Hotel Murah ? Diskon hingga 70%