Lampung

BUKANBIKIN – Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Provinsi Lampung dengan ibukota Bandar Lampung yang merupakan gabungan dari kota kembar Tanjungkarang danTelukbetung memiliki wilayah yang relatif luas, dan menyimpan potensi kelautan. Pelabuhan utamanya bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni serta pelabuhan nelayan seperti Pasar Ikan (Telukbetung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk Lampung.

Sedangkan di Teluk Semaka adalah Kota Agung (Kabupaten Tanggamus), dan di Laut Jawa terdapat pula pelabuhan nelayan seperti Labuhan Maringgai dan Ketapang. Di samping itu, Kota Menggala juga dapat dikunjungi kapal-kapal nelayan dengan menyusuri sungai Way Tulang Bawang, adapun di Samudra Indonesia terdapat Pelabuhan Krui.

Secara Geografis Provinsi Lampung terletak pada kedudukan : Timur – Barat berada antara : 103º 40′ – 105º 50′ Bujur Timur Utara – Selatan berada antara : 6º 45′ – 3º 45′ Lintang Selatan.

Berikut beberapa destinasi wisata yang ada di Propinsi Lampung.

Danau Ranau dan Pulau Marisa

Danau terbesar kedua di Sumatra ini memiliki pulau di tengahnya yakni Pulau Marisa. Pulau tersebut memiliki mata air panas alami, air terjun, sawah yang luas dan udara yang dingin. Sebagian wilayahnya juga masih ditutupi oleh hutan dan dihuni beberapa primata.

Danau itu terletak di perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan di Sumatra Selatan. Untuk memasukinya, pengunjung harus membayar Rp1.000 per orang ditambah Rp4.000 untuk parkir.

Pantai Pasir Putih Lampung

Pantai yang berjarak 20 km dari Bandar Lampung tersebut, tepatnya di Desa Tarahan, Lampung Selatan, merupakan wisata andalan provinsi ini. Pantai Pasir Putih memiliki air laut yang berwarna hijau kebiruan yang secara harmonis menyatu dengan halus dan indahnya hamparan pasir putih di sepanjang tepian pantainya.

 

Taman Nasional Way Kambas

Semua orang pasti sudah sering mendengar namanya. Salah satu cagar alam tertua di Indonesia tersebut berlokasi 110 km dari Bandar Lampung. Menempati kawasan 1.300 km persegi, sebanyak 200 gajah dilatih dan tinggal di sana.

 

 

Cagar Alam Kepulauan Krakatau

Warisan alam yang luar biasa ini terletak di Selat Sunda di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Meletusnya Gunung Krakatau pada 1883 membentuk gugusan pulau vulkanik yang dikenal sebagai Kepulauan Krakatau.

Kepulauan Krakatau saat ini dianggap sebagai laboratorium alam raksasa, meliputi lahan seluas 13.735,10 ha, terdiri dari 11,200 ha laut, dan 2.535,10 ha darat. Kepulauan itu memiliki lahan geologi, biologi, dan vulkanologi yang penting untuk penelitian.

Bagi wisatawan, pemandangan dan aktivitas vulkanik yang luar biasa dari pulau-pulau yang ada adalah tempat yang layak untuk dijelajahi.

Pantai Tanjung Setia

Di Sepanjang Pantai Barat Lampung, ternyata ada sebuah pantai yang ombaknya disebut sebagai salah satu yang terbaik oleh peselancar dari seluruh dunia. Anda bisa merasakan ombak yang cocok untuk berselancar pada Juni sampai Agustus, dengan ketinggian 6-7 meter dan panjang mencapai 200 meter. Untuk dapat mencapainya, Anda bisa berkendara selama 6-7 jam dari Bandar Lampung.

Menara Siger

Jika berkunjung ke suatu daerah, tentunya kita mencari bangunan ikonik yang merepresntasikan wilayah tersebut. Di Lampung, Anda bisa menemukan hal tersebut di Menara Siger, yang berada di atas bukit dekat Pelabuhan Bakauheni, sangat strategis sebagai tempat transit dan wisata.

Bangunan indah berwarna kuning itu juga merupakan titik nol jalan lintas Sumatra di mana Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra dari timur. Berbentuk mahkota pengantin wanita adat khas Lampung berwarna kuning, tempat ini juga rutin menampilkan berbagai jenis kegiatan dan pertunjukkan kesenian. Bahkan di malam Minggu menampikan seni budaya dari Jawa, Batak, Lampung, Sunda dan Banten.

Pantai Walur

Pantai ini sangat cocok sebagai tempat rekreasi keluarga karena hamparan pasir putih dan garis pantai yang landai. Keindahan pasir putihnya diselingi dengan ladang rumput hijau yang tumbuh subur. Sinar lentera dari mercu suar juga menambah keistimewaan pantai tersebut.

Teluk Kiluan

Bukan tak mungkin melihat kawanan lumba-lumba berenang di laut lepas dari dekat. Kalau Anda beruntung, Anda bisa menemukannya di Teluk Kiluan.

Teluk ini merupakan jalur migrasi dua jenis lumba-lumba, yaitu lumba-lumba mulut botol (Tursiops truncatus) dan lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris). Jumlah hewan menakjubkan tersebut yang melintas di teluk ini diperkirakan mencapai ribuan. Konon, jumlah lumba-lumba yang melintasi Teluk Kiluan adalah jumlah terbesar di dunia.

Lembah Hijau

Dibuka sejak Agustus 2006, rekreasi alam di area perbukitan dihiasi lembah dan sungai kecil di atas lahan seluas 30 ha itu menjadi wisata favorit di Lampung. Berada di Jalan Radin Imba Kesuma Ratu, Kampung Sukajadi, Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Lembah hijau terdiri dari taman rekreasi dan kebun binatang mini.

Pulau Sebuku

Berada di Selat Sunda, Pulau Sebuku menjadi pulau terbesar yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Pulau ini terletak di area Teluk Lampung atau di titik sekira 2,5 km sebelah Utara Pulau Sebesi dan 2,3 km di Selatan Pulau Sumatra.

Pulau ini cukup populer sebagai tujuan wisata bahari seperti menikmati panorama pantai, berenang, snorkeling, atau pun diving. Panorama laut dan pantai di pulau ini cukup memanjakan mata. Gugusan pantai landai berpasir putih dan air laut berwarna biru kehijauan sudah akan menyita perhatian dari kejauhan.

Museum Lampung

Terletak tak jauh dari pusat kota Bandar Lampung, Museum Lampung merupakan satu-satunya museum di provinsi ini. Museum dengan gaya bangunan arsitektur khas Lampung itu menyimpan beragam benda prasejarah, benda budaya, serta flora dan fauna khas Lampung. Berdasarkan data 2011, Museum Lampung menyimpan sekitar 4.735 benda koleksi. Benda-benda tersebut terbagi dalam 10 kelompok, yaitu koleksi geologika, biologika, etnografika, historika, numismatika/heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknografika.

Rumah Kencana Lepus

Rumah tradisional berukuran 24×20 meter ini dibangun pertengahan abad ke-17 (1650 M) pada masa kepemimpinan Minak Rio Kudu Islam. Saat awal dibangun, rumah ini terbuat dari kayu nangi tidak berpaku, beratapkan genteng yang didatangkan langsung dari Palembang. Pada masanya, rumah ini merupakan salah satu rumah tradisional paling mewah dan terbesar.

Kini rumah yang berada di Jalan Diponegoro 56, Dusun Sukadana, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Sukadana tersebut sudah mendapatkan beberapa perbaikan di berbagai sisi. Namun nuansa dan keasliannya tetap dipertahankan.

Hj. Uzunuhir, istri dari Suttan Kencana kini menjadi pewaris dan pemilik rumah tradisional tersebut.

Di rumah tersebut Anda dapat memperoleh informasi terkait beragam benda budaya dan alat kelengkapan hidup khas Lampung.

Cari Hotel Murah ? Diskon hingga 70%