Surabaya Fever Juara Women’s Indonesian Basketball League 2016


Surabaya FeverBUKANBIKIN, Jakarta – Surabaya Fever berhasil menyabet gelar juara Women’s Indonesian Basketball League (WIBL) 2016 setelah Marlina Herawan dan kawan-kawan mengalahkan Tomang Sakti Merpati Bali, 63-51 pada gim kedua babak final di Britama Arena – Mahaka Square, Jakarta, hari Sabtu (28/05/2016). Gelar juara ini sekaligus mempertegas dominasi Fever di kompetisi IBL 2016. Pasalnya, mereka tidak mengalami satu pun kekalahan sejak musim regular.

Gabriel Sophia tampil sebagai bintang kemenangan Fever lewat torehan 17 poin dan 8 rebounds. Atas penampilan gemilangnya tersebut, Gabriel juga dianugerahi titel Most Valuable Player (MVP) final. Di kubu Tomang Sakti, Agustin Elya Gradita Retong (Dita) menjadi yang terbaik dengan koleksi 15 poin dan sembilan rebounds.

Fever meraih angka pertama dari free-throw Henny Sutjiono. Tak berselang lama, Tomang Sakti berhasil membalas melalui under basket Citta Dewi. Setelah itu, kendali permainan dipegang oleh Fever. Pelatih Tomang Sakti, Raoul Miguel Hadinoto pun mengambil time out saat timnya tertinggal di posisi 2-9. Keputusan itu cukup sukses karena Tomang Sakti berhasil memperkecil kedudukan menjadi 7-9.

Akan tetapi, situasi tersebut hanya sementara. Fever kembali ke bentuk permainan terbaiknya. Pola permainan agresif membuat pemain Fever kerap dilanggar lawan. Akurasi free throw mereka mencapai 80 persen.

Center andalan Fever, Gabriel Sophia tampil cemerlang di kuarter pembuka ini dengan mencetak sembilan poin. Sementara itu para pemain Tomang Sakti banyak melakukan percobaan tembakan tiga angka. Dari sembilan kali percobaan, para Srikandi Bali berhasil melesakkan dua tembakan tiga angka. Kuarter pertama berakhir dengan skor 21-12 untuk keunggulan Fever.

Fever menambah keunggulan di awal kuarter kedua melalui three point shot Annisa Widyarni. Sama seperti kuarter sebelumnya, paint area masih menjadi ladang subur bagi Fever dalam mencetak angka. Akurasi tembakan yang semakin baik membuat margin angka Fever semakin menjauhi lawan.

Di sisi lain, Tomang Sakti berupaya menembus dinding pertahanan Fever. Mereka melakukan tembakan-tembakan dari paint area, tetapi banyak menemui kegagalan. Dari 10 kali tembakan dua angka, hanya satu yang masuk. Fever pun melebarkan keunggulan 37-20 pada akhir kuarter kedua.

Situasi permainan tak banyak berubah di second half. Kendati banyak melakukan pergantian pemain, permainan Fever tetap stabil. Cukup seringnya turnover dari lawan turut menguntungkan Fever. Fever mengakhiri kuarter ketiga dengan keunggulan 56-30.

Meskipun telah jauh tertinggal, Tomang Sakti tak begitu saja menyerah di kuarter keempat. Mereka terus berupaya untuk mencetak tambahan poin. Aksi-aksi Dita yang terus menyerang pertahanan lawannya yang secara postur lebih tinggi dan lebih berpengalaman menggambarkan dengan sempurna tim muda Pulau Dewata ini yang pantang menyerah. Total 21 poin berhasil diciptakan oleh Tomang Sakti di kuarter penutup ini. Sedangkan, Fever hanya mampu membuat tujuh angka. Namun, usaha Tomang Sakti itu belum cukup untuk membalikkan keadaan. Fever tetap keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 63-51.

“Saya menginstruksikan para pemain untuk melakukan defense pasif. Pada pertandingan sebelumnya kami cukup banyak melakukan foul. Hari ini kami bermain lebih sabar. Shooter kami juga hidup. Lawan terpancing dengan ritme permainan kami hari ini,” ungkap Head Coach Fever, Wellyanto Pribadi, “Selanjutnya, kami harus melakukan regenerasi. Saat ini skuad Fever banyak diisi oleh pemain yang cukup senior.”

“Kami memang mau habis-habisan di gim ini. Di pertemuan kemarin kita banyak terpancing melakukan foul. Untuk tadi, kami berusaha untuk bermain lebih tenang,” tukas MVP Final, Gabriel Sophia.

“Tentu sangat senang bisa meraih gelar juara. Untuk MVP sendiri, sebenarnya tidak menyangka. Saya hanya berusaha untuk bermain bagus, apalagi kemarin kita juga sudah menang. Kita juga berusaha untuk tidak tegang di lapangan,” tambah Gabriel, pemain kelahiran 22 November 1991.

“Kita lengah dalam mengantisipasi permainan lawan. Lawan memiliki bigman yang bagus. Untuk persiapan musim depan kita harus segera berlatih dan merekrut pemain-pemain baru. Saya juga berharap kompetisi bola basket wanita tidak dianaktirikan lagi. Mungkin kita bisa mencontoh Korea Selatan. Walaupun kompetisi di sana hanya diikuti enam tim, mereka menggunakan pemain hasil. Hasilnya, timnas mereka lumayan bagus,” ujar Raoul Miguel Hadinoto, pelatih Tomang Sakti.

“Di pertandingan tadi kami bermain nothing to lose. Kami sudah berusaha bermain sebaik mungkin. Kemampuan pemain lawan memang lebih merata,” ucap top performer Tomang Sakti di gim ini, Agustin Elya Gradita Retong.

“Selamat kepada Surabaya Fever atas keberhasilannya menjadi juara WIBL 2016. Tak lupa saya juga mengucapkan selamat kepada Tomang Sakti Merpati Bali. Semoga persaingan WIBL di musim depan lebih sengit lagi,” kata Komisioner WIBL, Hasan Gozali.

Tentang Bukan Bikin

Informasi, Trend, Inovatif
Pos ini dipublikasikan di Olahraga dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s